ANALISIS KADAR FENOLIK


Reaksi asam galat dengan pereaksi Folin-Ciocalteu 
Senyawa fenolik seringkali dikaitkan dengan aktivitas antioksidan dalam suatu tanaman terutama akibat adanya gugus hidroksil pada strukturnya. Gugus hidroksil berkontribusi sebagai penyumbang atom hidrogen ketika bereaksi dengan senyawa radikal melalui transfer elektron sehingga dapat mencegah reaksi oksidasi oleh senyawa radikal. Penetapan kandungan fenolik total dapat dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu. Pemilihan metode Folin-Ciocalteu karena metode ini sederhana, cepat dan murah namun memiliki reliabilitas yang tinggi. Reagen Folin-Ciocalteu merupakan oksidator senyawa fenolik didalam sampel untuk menghasilkan kompleks warna biru yang diukur intensitasnya dengan spektrofotometer sinar tampak (Agustiningsih dkk., 2010).
Penetapan kandungan fenolik dalam sampel digunakan asam galat sebagai senyawa fenol pembanding (Gambar 11). Asam galat merupakan golongan asam fenolik C6-C1 atau hidroksibenzoat yang mudah diperoleh dalam kondisi stabil dan murni, serta lebih murah dibandingkan dengan senyawa standar lainnya (Lestari dkk., 2015). Menurut Prior dkk. (2005), pemilihan standar penetapan fenolik total disesuaikan dengan jenis senyawa fenolik di dalam sampel namun asam galat merupakan standar yang direkomendasikan untuk mendapatkan hasil yang reliabel. Asam galat diketahui memiliki reaktivitas yang cukup tinggi terhadap reagen Folin-Ciocalteu dibandingkan dengan senyawa fenolik lainnya sehingga dapat digunakan sebagai standar dalam penetapan kadar fenolik total (Everette dkk., 2010). Reagen Folin Ciocalteau digunakan karena senyawa fenolik dapat bereaksi dengan Folin-Ciocalteu membentuk larutan berwarna yang dapat diukur absorbansinya.
Prinsip dari metode Folin-Ciocalteu adalah terbentuknya senyawa kompleks berwarna biru yang dapat diukur pada panjang gelombang 765 nm. Pereaksi ini mengoksidasi fenolat (garam alkali) atau gugus fenolik-hidroksi mereduksi asam heteropoli (fosfomolibdat-fosfotungstat) yang terdapat dalam pereaksi Folin-Ciocalteu menjadi suatu kompleks molibdenum-tungsten. Ion fenolat dibentuk melalui disosiasi proton senyawa fenolik, reaksi ini hanya dapat terjadi dalam kondisi basa, sehingga pada penelitian ini digunakan natrium karbonat sebagai basa. Gugus hidroksil pada senyawa fenolik bereaksi dengan reagen Folin-Ciocalteu membentuk kompleks molybdenum-tungsten berwarna biru yang dapat dideteksi dengan spektrofotometer (Alfian dan Hari, 2012). Warna biru yang dihasilkan menggambarkan jumlah kompleks yang terbentuk, sehingga semakin tinggi kandungan fenolik dalam suatu ekstrak, semakin pekat warna biru yang dihasilkan (Apsari dan Susanti, 2011).


Prosedur Analisis:


1.        Pembuatan Larutan Folin Ciocalteau 10%

Pembuatan larutan Folin Ciocalteau (FC) 10% (v/v) dilakukan dengan cara larutan Folin Ciocalteau 100% dipipet 10 mL kemudian dimasukkan kedalam labu takar 100 mL. Selanjutnya, larutan ditambahkan akuades hingga tanda tera dan dikocok hingga homogen.

2.        Pembuatan Larutan Na2CO3 7,5%

Pembuatan larutan Na2CO3 7,5% (w/v) dilakukan dengan cara Na2CO3 ditimbang sebanyak 7,5 g dan dimasukkan dalam gelas kimia 10 mL. Na2CO3 dilarutkan dengan sedikit akuades kemudian larutan dimasukkan dalam labu takar 100 mL. Selanjutnya, ditambahkan akuades hingga tanda tera dan dikocok hingga homogen.

3.        Pembuatan Larutan Standar Asam Galat

a.        Pembuatan Larutan Asam Galat 1000  ppm
Pembuatan larutan asam galat 1000 ppm dibuat dengan cara asam galat ditimbang sebanyak 0,5 g dan dimasukkan kedalam gelas kimia 10 mL. Selanjutnya, asam galat 0,5 g diencerkan dengan sedikit akuades kemudian dimasukkan dalam labu takar 500 ml dan ditambahkan akuades hingga tanda tera dan larutan dikocok hingga homogen.
b.        Pembuatan Larutan Asam Galat 100  ppm
Pembuatan larutan asam galat 100 ppm dibuat dengan cara asam galat 1000 ppm dipipet sebanyak 50 mL. Selanjutnya, dimasukkan dalam labu takar 500 ml dan ditambahkan akuades hingga tanda tera kemudian larutan dikocok hingga homogen.
c.         Pembuatan Larutan Standar Asam Galat
Larutan standar asam galat dibuat konsentrasi 5,10, 30, 50, 70, dan 90 ppm. Larutan standar asam galat disiapkan dengan cara memipet larutan asam galat 100 ppm masing-masing sebanyak 5, 10, 30, 50, 70 dan 90 mL selanjutnya dimasukkan masing-masing kedalam labu takar 100 mL yang berbeda. kemudian ditambahkan masing-masing akuades hingga tanda tera dan dikocok hingga homogen.

4.        Penentuan Operating Time

Penentuan operating time digunakan larutan asam galat 30 ppm. Larutan asam galat 30 ppm dipipet 3 mL dan dimasukkan dalam tabung reaksi. Selanjutnya, larutan ditambahkan 15 mL reagen FC 10% kemudian dikocok hingga homogen dan didiamkan selama 3 menit.  Ke dalam larutan ditambahkan 12 mL larutan Na2CO3 7,5% dan dikocok hingga homogen. Larutan diukur absorbannya pada waktu 0-90 menit dalam rentang 5 menit dengan panjang gelombang 765 nm.

5.        Penentuan Panjang Gelombang Maksimum

Penentuan panjang gelombang maksimum ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada larutan asam galat 30 ppm. Larutan  asam galat 30 ppm dipipet 3 mL dan dimasukkan dalam tabung reaksi. Selanjutnya, larutan ditambahkan 15 mL reagen FC 10% dan dikocok hingga homogen dan didiamkan selama 3 menit.  Kemudian dalam larutan ditambahkan 12 mL larutan Na2CO3 7,5% dan dikocok hingga homogen. Larutan tersebut didiamkan pada operating time suhu kamar, kemudian absorbannya diukur pada panjang gelombang 600-850 nm.

6.        Pengukuran Larutan Standar Asam Galat

Pengukuran larutan standar asam galat dengan konsentrasi 5, 10, 30, 50, 70 dan 90 ppm. Larutan standar asam galat konsentrasi 5, 10, 30, 50, 70 dan 90 ppm dipipet sebanyak 3 mL dan masing-masing dimasukkan dalam tabung reaksi yang berbeda. Selanjutnya, larutan standar asam galat ditambahkan masing-masing 15 mL reagen FC 10% kemudian dikocok dan didiamkan selama 3 menit. Ke dalam larutan ditambahkan 12 mL larutan Na2CO3 7,5% dan dikocok hingga homogen. Larutan standar asam galat didiamkan pada suhu kamar dengan operating time dan absorbannya diukur pada panjang gelombang maksimum. Kurva standar dibuat hubungan antara konsentrasi asam galat dengan absorban.

7.        Penentuan Kandungan Fenolik Total

Pengukuran kandungan fenolik total pada ekstrak hasil microwave dilakukan dengan menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu mengikuti prosedur Das et al. (2012) dengan sedikit modifikasi. Larutan standar yang digunakan adalah asam galat. Sampel ekstrak kulit kakao hasil microwave dibuat dalam konsentrasi 10% v/v. Larutan ekstrak dipipet 1 mL menggunakan pipet volum kemudian dimasukkan dalam labu takar 10 mL dan ditambahkan etanol p.a sampai tanda tera. Penentuan kadar fenolik total dilakukan dengan cara larutan sampel dipipet sebanyak 3 mL dan masing-masing dimasukkan dalam tabung reaksi yang berbeda. Selanjutnya, ekstrak ditambahkan masing-masing 15 mL reagen FC 10% kemudian dikocok dan didiamkan selama 3 menit. Ke dalam larutan ditambahkan 12 mL larutan Na2CO3 7,5% dan dikocok hingga homogen. Larutan ekstrak didiamkan pada suhu kamar dengan operating time. Absorban sampel diukur dengan spekrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang absorban maksimum. Konsentrasi fenolik diperoleh melalui kurva kalibrasi standar asam galat (y = ax + b). Kandungan fenolik total ekstrask ditentukan melalui persamaan, hasil pengukuran ini dinyatakan sebagai mg/g.
KFT = x  (v/w)                                                                
Keterangan:
x          = konsentrasi awal (mg/L)
v          = volume ekstrak (L)
w         = berat sampel (g)



REFERENSI

Comments